Manuver Panas Politik Nasional! PDI-P dan PKS Mulai Berburu Kawan untuk 'Guncang' Kursi Wapres Lewat Hak Angket

AKURAT BANTEN — Tensi politik nasional di Gedung DPR RI Senayan mendadak melonjak.
Di tengah bergulirnya berbagai agenda pemerintahan, dua kekuatan politik besar di parlemen—Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS)—resmi melancarkan manuver taktis.
Keduanya mulai gencar berburu dukungan fraksi lain demi menggulirkan Hak Angket terkait keabsahan dokumen pendidikan dan syarat administratif Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Langkah ini bukan sekadar wacana di media massa, melainkan strategi lobi senyap yang kini mulai merembet ke lorong-lorong koalisi partai politik.
Baca Juga: Skandal Keuangan BPR DCN Malang: Borok Rp54 Miliar Terbongkar, Bos Bank Diseret ke Meja Hijau!
Perburuan Kawan di Senayan: PDI-P dan PKS Rapatkan Barisan
Isu ini kembali mencuat setelah gelombang pengujian dokumen pendidikan Wapres di ranah hukum memicu respons keras publik.
PDI-P dan PKS menilai, parlemen tidak boleh tinggal diam ketika legitimasi dan etika kepemimpinan nasional dipertanyakan.
Sekretaris Jenderal PDI-P, Hasto Kristiyanto, mengisyaratkan bahwa partainya sangat terbuka menyerap aspirasi masyarakat yang menginginkan kejelasan secara transparan melalui fungsi pengawasan DPR.
Di saat bersamaan, PKS bergerak proaktif menjajaki komunikasi lintas fraksi untuk mematangkan wacana tersebut.
Ini bukan sekadar pertarungan angka di parlemen, melainkan pembuktian apakah fungsi pengawasan DPR masih bertaji dalam menjaga prinsip etika dan legitimasi kepemimpinan nasional.
Baca Juga: MU Kembali Hancur! Martinez Kartu Merah, Chelsea Menang 2-0 dan Bikin Carrick Makin Tertekan
Hitung-hitungan Kursi: Mampukah Menerobos Barikade Koalisi?
Meski manuver ini memicu kehebohan politik, kalkulasi angka di meja parlemen menunjukkan jalan terjal yang harus dilalui koalisi pengusul.
Untuk meloloskan hak angket hingga disetujui dalam rapat paripurna, dukungan yang dibutuhkan tidaklah sedikit.
PDI-P menguasai sekitar 110 kursi parlemen.
PKS mengantongi sekitar 53 kursi.
Total poros awal ini berada di angka 163 kursi.
Dengan mayoritas kursi DPR yang kini berada di dalam genggaman Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus dan parpol pendukung pemerintah, perburuan "kawan baru" yang dilakukan PDI-P dan PKS menjadi kunci penentu.
Tanpa tambahan simpangan suara dari partai perbatasan, hak angket ini terancam kandas sebelum berlayar.
Baca Juga: Chelsea Bikin MU Makin Merana, Setan Merah Terancam Terjerumus ke Jurang Degradasi!
Menanti Reaksi Istana dan Peta Politik Baru
Manuver ini diprediksi akan menguji ketahanan dan soliditas partai-partai pendukung pemerintah.
Publik kini menyoroti bagaimana reaksi Istana dan partai pilar utama pemerintah dalam meredam konsolidasi oposisi di DPR.
Apakah perburuan kawan oleh PDI-P dan PKS berhasil menggoyahkan peta kekuatan di Senayan dan meloloskan hak angket? Ataukah tembok koalisi pemerintah tetap kokoh bertahan?
Perkembangan dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi babak baru yang sangat menentukan arah dinamika politik Indonesia.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Bukan Anies atau Ganjar, Zulhas Malah Diusulkan Jadi Pengganti Gibran, Siapa Pengusulnya?
- 2MA Batalkan Suket Ijazah Gibran, Mahfud MD Tegaskan Harus Diproses Pidana: 'Sudah Jelas!'
- 3Mahfud MD Bongkar Dampak Putusan MA soal Suket Gibran, Nasib Jabatan Wapres Jadi Sorotan
- 4Lionel Messi Lolos dari Hukuman Skorsing MLS, Ini Aturan Khusus yang Menyelamatkannya
- 5Amankan Terduga Pelaku Curanmor, Polsek Kelapa Dua Sita Kunci T Hingga Sajam
- 6Rebut Bonus Triliunan! Kemendagri Guyur Daerah yang Sukses Jalankan Program MBG, Ini Skemanya
- 7Benyamin Davnie Resmi Jadi Ketua Dewan Penasehat Gerindra Tangsel, Siap Gaspol Konsolidasi Internal
- 8Chelsea Bikin MU Makin Merana, Setan Merah Terancam Terjerumus ke Jurang Degradasi!
- 9Akbar Faizal Sentil Jokowi soal Gibran, Pesannya Menohok, 'Berjiwa Besarlah'
- 10Gibran Terancam Lengser, Relawan Jokowi Beri Peringatan Keras ke Prabowo




